BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Islam
Agama islam adalah agama wahyu yang berdasarkan tauhid dan agama satu-satunya yang memiliki kitab suci yang
asli dan otentik, tidak mengalami perubahan dari sejak di turunkan pada abad
ke-6 Masehi sampai sekarang bahkan sampai akhir zaman.
Apabila dicari
dari asal katanya, islam berasal dari kata aslama
yang merupakan turunan dari kata assalamu, assalamatu
yang artinya bersih dan selamat
dari kecacatan lahir batin. Dari asal kata ini dapat diartikan bahwa dalam
islam terkandung makna suci, bersih tanpa cacat atau sempurna. Kata islam juga dapat diambil dari kata assilmu dan assalmu yang berarti perdamaian dan keamanan. Dari asal kata ini
islam mengandung makna perdamain dan keselamatan, karena itu kata assalamu’alaikum merupakan tanda kecintaan
seorang muslim kepada orang lain, karena itu ia selalu menebarkan do’a dan kedamaian kepada
sesama. Dan dari kata assalamu, assalmu
dan assilmu yang berarti menyerahkan diri,
tunduk dan ta’at. Semua asal kata di atas berasal dari
tiga huruf, yaitu: sin, lam, mim (dibaca salima) yang artinya sejahtera, tidak tercela dan selamat.
Dari
pengertian kata sebagaimana diungkapkan di atas dapat disimpulkan bahwa islam
mengandung arti berserah diri, tunduk, patuh dan ta’at sepenuhnya kepada kehendak Allah.
Kepatuhan dan kesejahtraan diri serta kedamaian kepada sesama manusia dan
lingkungannya.
Pengertian
islam secara terminologis diungkapkan Ahmad Abdullah Almasdoosi (1962) bahwa
islam adalah kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sejak manusia digelarkan
ke muka bumi, dan terbina dalam al-qur’an yang suci yang diwahyukan tuhan kepada Nabi-Nya
yang terakhir yakni Nabi Muhammad ibn Abdullah, satu kaidah hidup yang memuat
tuntunan yang jelas dan lengkap mengenai aspek hidup manusia, baik spiritual
maupun material.
Dari defenisi
itu dapat di simpulkan bahwa islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada
manusia melalui rasul-rasul-Nya, berisi hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan allah,
hubungan manusia dengan
manusia, dan hubungan manusia
dengan alam semesta.
Agama yang
diturunkan Allah ke muka bumi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw adalah
agama islam
Sebagaimana di ungkapkan oleh al-qur’an
“sesungguhnya agama di sisi Allah adalah
agama islam”.
(Ali Imran,3:19)
Agama islam
yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad saw.
adalah islam yang terakhir di turunkan Allah kepada
manusia. Karena itu tidak akan ada lagi rasul yang di utus ke muka bumi. Kesempurnaan
ajaran islam yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad sesuai dengan tingkat
budaya manusia yang telah mencapai puncaknya, sehingga islam akan sesuai dengan
budaya manusia sampai sejarah manusia berakhir pada hari kiamat nanti.
Agama islam
berisi ajaran yang menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia,baik sebagai
hamba Allah, individu, anggota masyarakat, maupun sebagai makhluk dunia.
Secar garis
besar, ruang lingkup agama islam yaitu mencakup tiga hal pokok, yaitu:
1.
Aspek
keyakian yang disebut aqidah, yaitu aspek credial
atau keimanan terhadap Allah dan semua yan difirmankan-Nya untuk di yakini.
2.
Aspek
norma atau hukum yang disebut syariah, yaitu aturan-aturan Allah yang mengatur
hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan
manusia dengan alam semesta.
3.
Aspek
prilaku yang di sebut akhlak, yaitu sikap-sikap atau prilaku yang nampak dari
pelaksanaan aqidah dan syariah.
2.2. Aliran-Aliran Dalam Islam
Aliran dalam Islam mulai tampak pada saat perang Siffin (37 H) khalifah
'Ali bin Abi Thalib dengan Mu'awiyah. Pada saat tentara 'Ali dapat mendesak
tentara Mu'awiyah maka Mu'awiyah meminta diadakan perdamaian. Sebagian tentara
'Ali menyetujui perdamaian ini, dan sebagian lagi menolaknya.
Aliran-aliran keyakinan pada saat itu adalah : Khawarij,
Syi'ah, Jabariyyah, Mu'tazilah, Murji-ah, dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Berikut
ini akan kami sajikan secara singkat sejarah dan pendapat masing-masing
kelompok tersebut
1. Khawarij
Khawarij menurut bahasa merupakan jamak dari kata
kharijiy, yang berarti orang-orang yang keluar, mengungsi atau mengasingkan
diri.
Asy-Syihristani mendefinisikan
bahwa Khawarij adalah setiap orang yang keluar dari Imam yang
berhak yang telahdisepakati oleh masyarakat
Kelompok Khawarij yang pertama adalah Al-Muhakkimah yaitu
pengikut Ali yang memisahkan diri karena tidak setuju adanya perdamaian antara
beliau dengan Muawiyah saat perang Siffin. Mereka ini menganggap Ali dan
orang-orang yang menyetujui perdamaian tadi adalah orang-orang kafir dan halal
darahnya.
Kemudian Khawarij ini terpecah menjadi beberapa aliran,
yang paling besar adalah Al-Azariqoh, An-Najdah,Al-'Ajaridah, Ash-Shufriyyah,
dan Al-Ibadiyyah. Aliran terakhir ini yang paling moderat diantara aliran
Khawarij dan masih terdapat di Zanzibar, Afrika Utara,Umman dan Arabia Selatan
Pendapat-pendapat mereka antara lain :
- Pelaku dosa besar adalah kafir
- Imam boleh dipilih dari suku apa saja asal
ia sanggup menjalankannya.
- Keluar dari Imam adalah wajib apabila Imam
tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.
- Orang yang tidak sepaham dengan mereka bahkan anak
istrinya boleh ditawan, dijadikan budak atau dibunuh.
- Anak-anak orang kafir berada di neraka
- Membatalkan hukum rajam karena tidak ada dalam Al-
- Surat Yusuf
bukan termasuk al-Quran karena mengandung cerita cinta
2.
Syi'ah
Sy'iah menurut bahasa berarti pengikut
dan penolong, dan diucapkan untuk sekelompok manusia yang bersatu/berkumpul
dalam satu masalah, dan kepada setiap orang yang menolong seseorang
dan berhimpun membentuk suatu kelompok padanya. Kemudian kata ini dipergunakan
untuk kelompok yang menolong dan membantu khalifah 'Ali dan keluarganya,
lalu menjadi nama khusus bagi kelompok ini.
Menurut Asy-Syihristaniy Syi'ah adalah
kelompok yang mengikuti Khalifah 'Ali dan menyatakan kepemimpinannya baik
secara nash ataupun wasiat yang adakalanya secara jelas ataupun samar, dan mereka
berkeyakinan bahwa kepemimpinan (Imamah) tidak keluar dari anak-anaknya,dan
jika keluar darinya maka itu terjadi secara zalim atau sebab taqiyah darinya.
Syi'ah yang paling banyak mempunyai pengikut di dunia tersebar di Iran, Irak,
Lebanon, India, Pakistan dan bahkan di Arab Saudi serta negara-negara Teluk. Diperkirakan
pengikutnya sekitar 120 juta orang.
Pendapat-pendapat mereka :
- Mengkafirkan sahabat
Nabi yang tidak mendukung Ali (kecuali Syiah Zaidiyah sekarang-pen)
- Kepemimpinan (Imamah)
merupakan satu dari beberapa pokok keimanan.
- Memandang Imam
Itu ma'shum (orang suci)
- Wajib adanya
Imam yang tersembunyi (Al-Imam Al- Mastur)
- Al-Quran yang
sekarang mengalami perubahan dan pengurangan,
sedangkan
yang asli berada di tangan Al-Imam Al-Mastur (Syi'ah
Imamiyah)
- Tidak mengamalkan
hadits kecuali dari jalur keluarga Nabi Muhammad (Ahli Bait), (kecuali
madzhab Zaidiyyah-pen)
- Tidak menerima
ijma dan qiyas (kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
- Wajib sujud
di atas tanah atau batu (Syi'ah Imamiyah)
- Tidak melakukan
shalat Jumat karena Imam yang asli tidak ada (Syi'ah Imamiyah)
3.Murji'ah
Murji'ah berasal dari kata Irja yang berarti menangguhkan.
Kaum Murjiah yang muncul pada abad I Hijriyyah merupakan
reaksi akibat adanya pendapat Syiah yang mengkafirkan sahabat yang menurut mereka
merampas kekhalifahan dari Ali, dan pendapat Khawarij yang mengkafirkan
kelompok Ali dan Muawiyah. Pada saat itulah muncullah sekelompok umat Islam yang
menjauhkan dari pertikaian, dan tidak mau ikut mengkafirkan atau menghukum
salah dan menangguhkan persoalannya sampai dihadapan Allah SWT. Pada asalnya
kelompok tidak membentuk suatu madzhab, dan hanya membenci soal-soal
politik, tetapi kemudian terbentuklah suatu madzhab dalam ushuluddin yang
membicarakan tentang Iman, tauhid dan lain-alin. Pemimpin dari kaum Murjiah adalah
Hasan bin Bilal (152 H).
Kaum Murji'ah dapat dibagi menjadi2 yaitu :
a. Golongan moderat
b.
pendapat mereka
:
Orang berdosa
bukan kafir dan tidak
kekal dalam
neraka
b.Golongan
Ekstrim
Pendapat-pendapat mereka :
- Orang Islam yang percaya pada Allah kemudian menyatakan
kekufuran secara lisan tidak menjadi kafir karena iman itu letaknya di dalam hati,
bahkan meskipun melakukan ritual agama-agama lain.
- Yang dimaksud ibadah adalah iman, sedangkan shalat, puasa,
zakat dan haji hanya menggambarkan kepatuhan saja
- Maksiat atau pekerjaan-pekerjaan jahat tidak merusak iman
( Al-Yunusiah)
- Menangguhkan hukuman orang yang berdosa di akhirat
4.Jabariyah
Jabariyah berasal dari kata jabr yang artinya paksaan.
Aliran ini ditonjolkan pertama kali Jahm bin Safwan (131 H), sekretaris Harits bin
Suraih yang memberontak pada Bani Umayyah di Khurasan.
Meskipun demikian sebelumnya sudah ada dalam umat Islam yang membicarakan tentang hal ini seperti
surat sahabat Ibnu Abbas dan seorang tabi-in al-Hasan al- Bashriy kepada penganut paham ini.
Pendapat-pendapat mereka :
- manusia tidak
mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya tetapi dipaksa
oleh Allah
- Iman cukup
dalam hati saja walau tidak diikrarkan dengan lisan
5.Qodariyah
Qodariyyah berasal dari kata qadr yang artinya mampu atau berkuasa. Pemimpin aliran
ini yang pertama adalahMa'bad al- Juhani dan Ghailan ad-Dimasyqiy. Keduanya
dihukum mati oleh penguasa karena dianggap menganut paham yang salah.
pendapat mereka :
- Manusia sendirilah
yang melakukan pebuatannya sendiri dan Tuhan tidak ada hubungan sama sekali
dengan perbuatannya itu.
6.Mu'tazilah
Mu'tazilah berasal dari kataI'tazala yang
berarti manjauhkan diri.
Asal mula kata ini adalah suatu saat
ketika al-Hasan al- Bahsriy (110 H) sedang mengajar di masjid Basrah datanglah
seorang laki-laki bertanya tentang orang yang berdosa besar. Maka ketika
ia sedang berpikir menjawablah salah satu muridnya Wasil bin Atha'(131H)
menjawab : "Saya berpendapat bahwa ia bukan mukmin dan bukan kafir,tetapi
mengambil posisi diantara keduanya". Kemudian ia menjauhkan diri dari
majlis al-Hasan dan pergi ketempat lain dan mengulangi pendapatnya.
Makaal-Hasan menyatakan : Washil menjauhkan diri dari kita (I'tazal 'anna).
Pendapat-pendapat mereka :
- Orang Islam
yang berdosa besar bukan kafir dan bukan mukmin tetapi berada di antara keduanya
(al-Manzilah bainal manzilatain)
- Tuhan bersifat
bijaksana dan adil, tidak dapat berbuat jahat dan zalim. Manusia sendirilah
yang memiliki kekuatan untuk mewujudkan perbuatannya perbuatannya,yang baik dan
jahat, iman dan kufurnya, ta'at dan tidaknya.
- Meniadakan sifat-sifat
Tuhan, artinya sifat Tuhan tidak mempunyai wujud sendiri di luarzat Tuhan
- Baik dan
buruk dapat ditentukan dengan akal
- Al-Qur’an bukan
qadim (kekal) tetapi hadits (baru/diciptakan)
- Tuhan tidak
dapat dilihat dengan mata kepala di akhirat nanti
- Hanya mengakui
Isra Rasulullah ke Baitul Maqdis tetapi tidak mengakui Mi'rajnya kelangit
- Tidak mempercayai
wujud Arsy dan Kursi Allah, Malaikat pencatat amal (Kiraman Katibiin),
Adzab (siksa) kubur.
- Tidak mempercayai
adanya Mizan (timbangan amal), Hisab (perhitungan amal), Shiratul Mustaqiim
(Titian), Haud (kolam nabi) dan Syafa'at nabi di hari Kiamat.
- Siksaan di
neraka dan kenikmatan di surga tidak kekal (ikut sebagian kelompok)
7.
Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Kelompok ini
disebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah karena pandapat mereka berpijak pada pendapat-pendapat
para sahabat yang mereka terima dari Rasulullah. Kelompok ini disebut
juga kelompok ahli hadits dan ahli fiqih karena merekalah pendukung-pendukung
dari aliran ini.. Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mulai dikenal
pada saat pemerintahan bani Abbasy dimana kelompok Mu'tazilah berkembang
pesat, sehingga nama Ahlus Sunnah dirasa harus dipakai untuk setiap manusia
yang berpegang pada Al-Quran dan Sunnah. Dan nama Mu'tazilah dipakai untuk
siapa yang berpegang pada ilmu kalam (theologische dialektik), logika dan rasio.
Ibnu Hajar al-Haitamiy menyatakan bahwa yang dimaksud dengan AhlusSunnah wal
Jama'ah adalah orang-orang yang mengikuti rumusan yang digagas oleh Imam
Asy'ariy dan Imam Maturidi.
Pendapat-pendapatmereka :
- Hukum Islam
di dasarkan atas Al-Quran dan al-Hadits
- Mengakui Ijmak
dan Qiyas sebagai salah satu sumber hukum Islam
- Menetapkan adanya
sifat-sifat Allah
- Al-Quran adalah
Qodim bukan hadits
- Orang Islam yang berdosa besar
tidaklah kafir
2.3. islam sebagai rahmatan lil’alamin
Kata ‘rahmatan” berasal dari kata bahasa Arab yaitu
“rohima” yang dimasdarkan menjadi “rahmatan’ yang artinya kasih sayang.
Kata “Al-alamin” adalah kata bahasa Arab yaitu “alam”
yang dijama’kan menjadi “alamin” yang artinya alam semesta yang mencakup bumi
beserta isinya.
Maka yang dimaksud dengan islam rahmatan lil’alamin
adalah islam yang kehadirannya ditengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan
kedamaian dan kasih sayang bagi manusia
maupun alam.
Memang benar agama islam adalah agama
rahmatan lil’alamin. Namun banyak orang yang salah kaprah dalam menafsirkannya.
Sehingg abanyak kesalahan dalam memahami praktek beragama bahkan dalam hal yang
fundamental yaitu akidah.
Pernyataan bahwa islam adalah agama yang
rahmatan lil’alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah Ta’ala,
“Kami tidak mengutus engkau, wahai
Muhammad,melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta”.
Tugas Nabi Muhammad adalah membawa rahmat bagi
sekalian alam, maka itu pulalah risalah agama yang dibawanya. Tegasnya, risalah
Islam ialah mendatangkan rahmat bagi seluruh alam. Lawan dari pada rahmat ialah
bencana dan malapetaka. Maka jika dirumuskan ke dalam bentuk kalimat yang
menggunakan kata peniadaan, kita lalu mendapat pengertian baru tapi lebih tegas
bahwa islam itu “bukan bencana alam”.Dengan demikian kehadiran Islam di alam
ini bukan untuk bencana dan malapetaka,tetapi untuk keselamatan, untuk
kesejahteraan dan untuk kebahagiaan manusia lahir dan batin, baik secara
perseorangn maupun secara bersama-sama dalam masyarakat.
2.4.
islam menuju masa keemasan
Sejarah perjuangan umat Islam dalam pentas
peradaban dunia berlangsung sangat lama, lebih kurang sekitar 13 abad, yaitu
sejak masa kepemimpinan Rasulullah SAW di Madinah dilanjutkan oleh Daulah
Khulafaur Rasyidin (632-661M) sampai tumbangnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada
tanggal 28 Rajab tahun 1342 H atau bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M.
Pada masa-masa kejayaan dan puncak keemasannya banyak terlahir ilmuwan muslim
berkaliber internasional yang telah menorehkan karya-karya luar biasa dan
bermanfaat bagi umat manusia. Era tersebut terjadi selama kurang lebih 700
tahun, dimulai dari abad 6 M sampai dengan abad 12 M. Pada Saat itu kendali
peradaban dunia berada ditangan umat Islam.
Saat berjayanya peradaban Islam, semangat pencarian ilmu sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Semangat pencarian ilmu yang berkembang menjadi tradisi intelektual secara historis dimulai dari pemahaman terhadap Al-Qur'an yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang kemudian dipahami, ditafsirkan dan dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi' tabiin dan para ulama yang datang kemudian dengan merujuk pada Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Saat berjayanya peradaban Islam, semangat pencarian ilmu sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Semangat pencarian ilmu yang berkembang menjadi tradisi intelektual secara historis dimulai dari pemahaman terhadap Al-Qur'an yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang kemudian dipahami, ditafsirkan dan dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi' tabiin dan para ulama yang datang kemudian dengan merujuk pada Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Adapun masa-masa kejayaan dan keemasan
peradaban Islam setidaknya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
·
Era Rasulullah Muhammad SAW (622-632M)
dan Periode Khulafaur Rasyidin (632-661 M)
Kesuksesan Rasulullah Muhammad SAW
dalam membangun peradaban Islam yang tiada taranya dalam sejarah dicapai dalam
kurun waktu 23 tahun, yaitu 13 tahun langkah persiapan pada periode Makkah
(Makiyyah) dan 10 tahun periode Madinah (Madaniyah). Periode 23 tahun merupakan
rentang waktu kurang dari satu generasi, dimana Beliau telah berhasil memegang
kendali kekuasaan atas bangsa-bangsa yang lebih tua peradabannya saat itu
khususnya Romawi, Persia dan Mesir.
Masa kerasulan Muhammad SAW pada akhir
periode Madinah merupakan puncak peradaban Islam, karena disitulah sistem Islam
disempurnakan dan ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Sebagaimana firman Allah SWt yang termaktub dalam Al-Qur'an
“Pada hari ini
telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah :
3).
·
Periode Daulah Umayyah
(661-750M)
Masa
Daulah Umayyah berlangsung selama lebih kurang 90 tahun. Beberapa orang
Khalifah besar Bani Umayyah ini adalah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M),
Abdul Malik bin Marwan (685- 705 M), Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Umar
bin Abdul Aziz (717- 720 M) dan Hasyim bin Abdul Malik (724- 743 M).
Awal
berlangsungya periode Daulah Umayyah lebih memprioritaskan pada perluasan
wilayah kekuasaan. Ekspansi wilayah yang sempat terhenti pada masa Khalifah
Utsman bin Affan dan Khalifah Ali bin Abi Thalib dilanjutkan kembali oleh
Daulah Umayyah. Pada zaman Muawiyah,
Ekspansi
ke Barat secara besar-besaran dilanjutkan pada zaman Al-Walid bin Abdul Malik.
Masa pemerintahan Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban,
dimana umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan
kurang lebih sepuluh tahun,
Pada
bidang pengembangan keilmuan,
Khalifah Abdul Malik (685-705M) merupakan
Khalifah pertama yang berhasil melakukan berbagi pembenahan administrasi
pemerintahan dimana beliau memerintahkan penggunaan Bahasa Arab sebagai bahasa
resmi administrasi pemerintahan dan kenegaraan di seluruh wilayah Islam yang
membentang dari Pegunungan Thian Shan di sebelah Timur sampai Pegunungan
Pyrenees di Sebelah Barat, termasuk dalam berbagai administrasi kenegaraan
lainnya.
·
Periode Daulah Abbasiyah
( 750M - 1258 M)
Masa
Kedaulatan Abbasiyah berlangsung selama 508 tahun, sebuah rentang sejarah yang
cukup lama dalam sebuah peradaban. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan
politik, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi
lima periode:
(1)
Periode Pertama (750 M-
847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama;
(2)
Periode Kedua (847 M-945
M), disebut periode pengaruh Turki pertama;
(3)
Periode Ketiga (945
M-1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah.
Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua;
(4)
Periode Keempat (1055
M-1194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah
Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua; (5) Periode
Kelima (1194 M-1258 M), masa Khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi
kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad.
Masa sepuluh Khalifah pertama dari Daulah
Abbasiyah merupakan masa kejayaan (keemasan) peradaban Islam, dimana Baghdad
mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat. Secara politis, para khalifah
betul-betul merupakan tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan
agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat
tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan
filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir,
pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat
dan ilmu pengetahuan terus berkembang.
PENUTUP
BAB
III
Menyimak
betapa besar kontribusi Islam terhadap lahirnya peradaban Islam berskala dunia
terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, sesungguhnya kemajuan yang
dicapai Barat pada mulanya bersumber dari peradaban Islam. Dunia Barat sekarang
sejatinya harus berterima kasih kepada umat Islam. Akan tetapi pada
kenyataannya pihak Barat (non Muslim) telah sengaja menutup-nutupi peran besar
atas jasa para pejuang dan ilmuan muslim tersebut yang pada akhirnya
terabaikan bahkan sampai terlupakan. Oleh karena itu, umat Islam perlu kembali
menggelorakan semangat keilmuan para ilmuwan muslim atas sumbangsihnya yang
amat besar bagi peradaban umat manusia di dunia dalam menyongsong kembali
kejayaan Islam dan umatnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Buku Teks Pendidikan Agama
Islam Pada Perguruan Tinggi Umum
Pendidikan Agama Islam oleh Prof.H.Mohammad Daud Ali,S.H.
TeologiIslam
oleh Harun Nasution
Pengantar Kajian Islam
oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawy,
Http://Nemuriuta.Wordpress.Com/2009/07/20
RSS Feed
Twitter
0 komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan Tanda