Batman Begins - Help Select pendidikan islam ~ Kreasi Jari Jemari

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Islam
  Agama islam adalah agama wahyu yang berdasarkan tauhid dan agama  satu-satunya yang memiliki kitab suci yang asli dan otentik, tidak mengalami perubahan dari sejak di turunkan pada abad ke-6 Masehi sampai sekarang bahkan sampai akhir zaman.
Apabila dicari dari asal katanya, islam berasal dari kata aslama yang merupakan turunan dari kata assalamu, assalamatu yang artinya bersih dan selamat dari kecacatan lahir batin. Dari asal kata ini dapat diartikan bahwa dalam islam terkandung makna suci, bersih tanpa cacat atau sempurna. Kata islam juga dapat diambil dari kata assilmu dan assalmu yang berarti perdamaian dan keamanan. Dari asal kata ini islam mengandung makna perdamain dan keselamatan, karena itu kata assalamu’alaikum merupakan tanda kecintaan seorang muslim kepada orang lain, karena itu ia selalu menebarkan do’a dan kedamaian kepada sesama. Dan dari kata assalamu, assalmu dan assilmu yang berarti menyerahkan diri, tunduk dan ta’at. Semua asal kata di atas berasal dari tiga huruf, yaitu: sin, lam, mim (dibaca salima) yang artinya sejahtera, tidak tercela dan selamat.
Dari pengertian kata sebagaimana diungkapkan di atas dapat disimpulkan bahwa islam mengandung arti berserah diri, tunduk, patuh dan ta’at sepenuhnya kepada kehendak Allah. Kepatuhan dan kesejahtraan diri serta kedamaian kepada sesama manusia dan lingkungannya.
Pengertian islam secara terminologis diungkapkan Ahmad Abdullah Almasdoosi (1962) bahwa islam adalah kaidah hidup yang diturunkan kepada manusia sejak manusia digelarkan ke muka bumi, dan terbina dalam al-qur’an yang suci yang diwahyukan tuhan kepada Nabi-Nya yang terakhir yakni Nabi Muhammad ibn Abdullah, satu kaidah hidup yang memuat tuntunan yang jelas dan lengkap mengenai aspek hidup manusia, baik spiritual maupun material.
Dari defenisi itu dapat di simpulkan bahwa islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui rasul-rasul-Nya, berisi hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan allah, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta.
Agama yang diturunkan Allah ke muka bumi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw adalah agama islam
Sebagaimana  di ungkapkan oleh al-qur’an


sesungguhnya agama di sisi Allah adalah agama islam”.
(Ali Imran,3:19)
Agama islam yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad saw. adalah islam yang terakhir di turunkan Allah kepada manusia. Karena itu tidak akan ada lagi rasul yang di utus ke muka bumi. Kesempurnaan ajaran islam yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad sesuai dengan tingkat budaya manusia yang telah mencapai puncaknya, sehingga islam akan sesuai dengan budaya manusia sampai sejarah manusia berakhir pada hari kiamat nanti.
Agama islam berisi ajaran yang menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia,baik sebagai hamba Allah, individu, anggota masyarakat, maupun sebagai makhluk dunia.
Secar garis besar, ruang lingkup agama islam yaitu mencakup tiga hal pokok, yaitu:
1.    Aspek keyakian yang disebut aqidah, yaitu aspek credial atau keimanan terhadap Allah dan semua yan difirmankan-Nya untuk di yakini.
2.    Aspek norma atau hukum yang disebut syariah, yaitu aturan-aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta.
3.    Aspek prilaku yang di sebut akhlak, yaitu sikap-sikap atau prilaku yang nampak dari pelaksanaan aqidah dan syariah.


2.2. Aliran-Aliran Dalam Islam
Aliran dalam Islam mulai tampak pada saat perang Siffin (37 H) khalifah 'Ali bin Abi Thalib dengan Mu'awiyah. Pada saat tentara 'Ali dapat mendesak tentara Mu'awiyah maka Mu'awiyah meminta diadakan perdamaian. Sebagian tentara 'Ali menyetujui perdamaian ini, dan sebagian lagi menolaknya.
Aliran-aliran keyakinan pada saat itu adalah : Khawarij, Syi'ah, Jabariyyah, Mu'tazilah, Murji-ah, dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Berikut ini akan kami sajikan secara singkat sejarah dan pendapat masing-masing kelompok tersebut

1. Khawarij
Khawarij menurut bahasa merupakan jamak dari kata kharijiy, yang berarti orang-orang yang keluar, mengungsi atau mengasingkan diri.
Asy-Syihristani mendefinisikan bahwa Khawarij adalah setiap orang yang keluar dari Imam yang berhak yang telahdisepakati oleh masyarakat
Kelompok Khawarij yang pertama adalah Al-Muhakkimah yaitu pengikut Ali yang memisahkan diri karena tidak setuju adanya perdamaian antara beliau dengan Muawiyah saat perang Siffin. Mereka ini menganggap Ali dan orang-orang yang menyetujui perdamaian tadi adalah orang-orang kafir dan halal darahnya.
Kemudian Khawarij ini terpecah menjadi beberapa aliran, yang paling besar adalah Al-Azariqoh, An-Najdah,Al-'Ajaridah, Ash-Shufriyyah, dan Al-Ibadiyyah. Aliran terakhir ini yang paling moderat diantara aliran Khawarij dan masih terdapat di Zanzibar, Afrika Utara,Umman dan Arabia Selatan

Pendapat-pendapat mereka antara lain :
-  Pelaku dosa besar adalah kafir
-  Imam boleh dipilih dari suku apa saja asal ia sanggup menjalankannya.
-  Keluar dari Imam adalah wajib apabila Imam tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.
- Orang yang tidak sepaham dengan mereka bahkan anak istrinya boleh ditawan, dijadikan budak atau dibunuh.
- Anak-anak orang kafir berada di neraka
- Membatalkan hukum rajam karena tidak ada dalam Al-
 - Surat Yusuf bukan termasuk al-Quran karena mengandung cerita cinta

2. Syi'ah

Sy'iah menurut bahasa berarti pengikut dan penolong, dan diucapkan untuk sekelompok manusia yang bersatu/berkumpul dalam satu masalah, dan kepada setiap orang yang menolong seseorang dan berhimpun membentuk suatu kelompok padanya. Kemudian kata ini dipergunakan untuk kelompok yang menolong dan membantu khalifah 'Ali dan keluarganya, lalu menjadi nama khusus bagi kelompok ini.
Menurut Asy-Syihristaniy Syi'ah adalah kelompok yang mengikuti Khalifah 'Ali dan menyatakan kepemimpinannya baik secara nash ataupun wasiat yang adakalanya secara jelas ataupun samar, dan mereka berkeyakinan bahwa kepemimpinan (Imamah) tidak keluar dari anak-anaknya,dan jika keluar darinya maka itu terjadi secara zalim atau sebab taqiyah darinya.
Syi'ah yang paling banyak mempunyai pengikut di dunia tersebar di Iran, Irak, Lebanon, India, Pakistan dan bahkan di Arab Saudi serta negara-negara Teluk. Diperkirakan pengikutnya sekitar 120 juta orang.

Pendapat-pendapat mereka :
- Mengkafirkan sahabat Nabi yang tidak mendukung Ali (kecuali Syiah Zaidiyah sekarang-pen)
- Kepemimpinan (Imamah) merupakan satu dari beberapa pokok keimanan.
- Memandang Imam Itu ma'shum (orang suci)
- Wajib adanya Imam yang tersembunyi (Al-Imam Al- Mastur)


- Al-Quran yang sekarang mengalami perubahan dan pengurangan,
  sedangkan yang asli berada di tangan Al-Imam Al-Mastur (Syi'ah Imamiyah)
- Tidak mengamalkan hadits kecuali dari jalur keluarga Nabi Muhammad (Ahli Bait), (kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
- Tidak menerima ijma dan qiyas (kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
- Wajib sujud di atas tanah atau batu (Syi'ah Imamiyah)
- Tidak melakukan shalat Jumat karena Imam yang asli tidak ada (Syi'ah Imamiyah)

3.Murji'ah

Murji'ah berasal dari kata Irja yang berarti menangguhkan. Kaum Murjiah yang muncul pada abad I Hijriyyah merupakan reaksi akibat adanya pendapat Syiah yang mengkafirkan sahabat yang menurut mereka merampas kekhalifahan dari Ali, dan pendapat Khawarij yang mengkafirkan kelompok Ali dan Muawiyah. Pada saat itulah muncullah sekelompok umat Islam yang menjauhkan dari pertikaian, dan tidak mau ikut mengkafirkan atau menghukum salah dan menangguhkan persoalannya sampai dihadapan Allah SWT. Pada asalnya kelompok tidak membentuk suatu madzhab, dan hanya membenci soal-soal politik, tetapi kemudian terbentuklah suatu madzhab dalam ushuluddin yang membicarakan tentang Iman, tauhid dan lain-alin. Pemimpin dari kaum Murjiah adalah Hasan bin Bilal (152 H).
Kaum Murji'ah dapat dibagi menjadi2 yaitu :

a.       Golongan moderat
b.       
pendapat mereka :
Orang berdosa bukan kafir dan tidak kekal dalam neraka


b.Golongan Ekstrim

Pendapat-pendapat mereka :
- Orang Islam yang percaya pada Allah kemudian menyatakan kekufuran secara lisan tidak menjadi kafir karena iman itu letaknya di dalam hati, bahkan meskipun melakukan ritual agama-agama lain.
- Yang dimaksud ibadah adalah iman, sedangkan shalat, puasa, zakat dan haji hanya menggambarkan kepatuhan saja
- Maksiat atau pekerjaan-pekerjaan jahat tidak merusak iman
( Al-Yunusiah)
- Menangguhkan hukuman orang yang berdosa di akhirat

4.Jabariyah

Jabariyah berasal dari kata jabr yang artinya paksaan.
Aliran ini ditonjolkan pertama kali Jahm bin Safwan (131 H), sekretaris Harits bin Suraih yang memberontak pada Bani Umayyah di Khurasan. Meskipun demikian sebelumnya sudah ada dalam umat Islam yang membicarakan tentang hal ini seperti surat sahabat Ibnu Abbas dan seorang tabi-in al-Hasan al- Bashriy kepada penganut paham ini.

Pendapat-pendapat mereka :
- manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya tetapi dipaksa oleh Allah
- Iman cukup dalam hati saja walau tidak diikrarkan dengan lisan

5.Qodariyah

Qodariyyah berasal dari kata qadr yang artinya mampu atau berkuasa. Pemimpin aliran ini yang pertama adalahMa'bad al- Juhani dan Ghailan ad-Dimasyqiy. Keduanya dihukum mati oleh penguasa karena dianggap menganut paham yang salah.

pendapat mereka :
- Manusia sendirilah yang melakukan pebuatannya sendiri dan Tuhan tidak ada hubungan sama sekali dengan perbuatannya itu.

6.Mu'tazilah

Mu'tazilah berasal dari kataI'tazala yang berarti manjauhkan diri.
Asal mula kata ini adalah suatu saat ketika al-Hasan al- Bahsriy (110 H) sedang mengajar di masjid Basrah datanglah seorang laki-laki bertanya tentang orang yang berdosa besar. Maka ketika ia sedang berpikir menjawablah salah satu muridnya Wasil bin Atha'(131H) menjawab : "Saya berpendapat bahwa ia bukan mukmin dan bukan kafir,tetapi mengambil posisi diantara keduanya". Kemudian ia menjauhkan diri dari majlis al-Hasan dan pergi ketempat lain dan mengulangi pendapatnya. Makaal-Hasan menyatakan : Washil menjauhkan diri dari kita (I'tazal 'anna).

Pendapat-pendapat mereka :
- Orang Islam yang berdosa besar bukan kafir dan bukan mukmin tetapi berada di antara keduanya (al-Manzilah bainal manzilatain)
- Tuhan bersifat bijaksana dan adil, tidak dapat berbuat jahat dan zalim. Manusia sendirilah yang memiliki kekuatan untuk mewujudkan perbuatannya perbuatannya,yang baik dan jahat, iman dan kufurnya, ta'at dan tidaknya.
- Meniadakan sifat-sifat Tuhan, artinya sifat Tuhan tidak mempunyai wujud sendiri di luarzat Tuhan
- Baik dan buruk dapat ditentukan dengan akal
- Al-Quran bukan qadim (kekal) tetapi hadits (baru/diciptakan)
- Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata kepala di akhirat nanti
- Hanya mengakui Isra Rasulullah ke Baitul Maqdis tetapi tidak mengakui Mi'rajnya kelangit
- Tidak mempercayai wujud Arsy dan Kursi Allah, Malaikat pencatat amal (Kiraman Katibiin), Adzab (siksa) kubur.
- Tidak mempercayai adanya Mizan (timbangan amal), Hisab (perhitungan amal), Shiratul Mustaqiim (Titian), Haud (kolam nabi) dan Syafa'at nabi di hari Kiamat.
- Siksaan di neraka dan kenikmatan di surga tidak kekal (ikut sebagian kelompok)

7. Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Kelompok ini disebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah karena pandapat mereka berpijak pada pendapat-pendapat para sahabat yang mereka terima dari Rasulullah. Kelompok ini disebut juga kelompok ahli hadits dan ahli fiqih karena merekalah pendukung-pendukung dari aliran ini.. Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mulai dikenal pada saat pemerintahan bani Abbasy dimana kelompok Mu'tazilah berkembang pesat, sehingga nama Ahlus Sunnah dirasa harus dipakai untuk setiap manusia yang berpegang pada Al-Quran dan Sunnah. Dan nama Mu'tazilah dipakai untuk siapa yang berpegang pada ilmu kalam (theologische dialektik), logika dan rasio. Ibnu Hajar al-Haitamiy menyatakan bahwa yang dimaksud dengan AhlusSunnah wal Jama'ah adalah orang-orang yang mengikuti rumusan yang digagas oleh Imam Asy'ariy dan Imam Maturidi.

Pendapat-pendapatmereka :
- Hukum Islam di dasarkan atas Al-Quran dan al-Hadits
- Mengakui Ijmak dan Qiyas sebagai salah satu sumber hukum Islam
- Menetapkan adanya sifat-sifat Allah
- Al-Quran adalah Qodim bukan hadits      
- Orang Islam yang berdosa besar tidaklah kafir




2.3. islam sebagai rahmatan lil’alamin

Kata ‘rahmatan” berasal dari kata bahasa Arab yaitu “rohima” yang dimasdarkan menjadi “rahmatan’ yang artinya kasih sayang.
Kata “Al-alamin” adalah kata bahasa Arab yaitu “alam” yang dijama’kan menjadi “alamin” yang artinya alam semesta yang mencakup bumi beserta isinya.
Maka yang dimaksud dengan islam rahmatan lil’alamin adalah islam yang kehadirannya ditengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam.
Memang benar agama islam adalah agama rahmatan lil’alamin. Namun banyak orang yang salah kaprah dalam menafsirkannya. Sehingg abanyak kesalahan dalam memahami praktek beragama bahkan dalam hal yang fundamental yaitu akidah.
Pernyataan bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah Ta’ala,
“Kami tidak mengutus engkau, wahai Muhammad,melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta”.
Tugas Nabi Muhammad adalah membawa rahmat bagi sekalian alam, maka itu pulalah risalah agama yang dibawanya. Tegasnya, risalah Islam ialah mendatangkan rahmat bagi seluruh alam. Lawan dari pada rahmat ialah bencana dan malapetaka. Maka jika dirumuskan ke dalam bentuk kalimat yang menggunakan kata peniadaan, kita lalu mendapat pengertian baru tapi lebih tegas bahwa islam itu “bukan bencana alam”.Dengan demikian kehadiran Islam di alam ini bukan untuk bencana dan malapetaka,tetapi untuk keselamatan, untuk kesejahteraan dan untuk kebahagiaan manusia lahir dan batin, baik secara perseorangn maupun secara bersama-sama dalam masyarakat.




2.4. islam menuju masa keemasan
Sejarah perjuangan umat Islam dalam pentas peradaban dunia berlangsung sangat lama, lebih kurang sekitar 13 abad, yaitu sejak masa kepemimpinan Rasulullah SAW di Madinah dilanjutkan oleh Daulah Khulafaur Rasyidin (632-661M) sampai tumbangnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada tanggal 28 Rajab tahun 1342 H atau bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M. Pada masa-masa kejayaan dan puncak keemasannya banyak terlahir ilmuwan muslim berkaliber internasional yang telah menorehkan karya-karya luar biasa dan bermanfaat bagi umat manusia. Era tersebut terjadi selama kurang lebih 700 tahun, dimulai dari abad 6 M sampai dengan abad 12 M. Pada Saat itu kendali peradaban dunia berada ditangan umat Islam.
Saat berjayanya peradaban Islam, semangat pencarian ilmu sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Semangat pencarian ilmu yang berkembang menjadi tradisi intelektual secara historis dimulai dari pemahaman terhadap Al-Qur'an yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang kemudian dipahami, ditafsirkan dan dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi' tabiin dan para ulama yang datang kemudian dengan merujuk pada Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Adapun masa-masa kejayaan dan keemasan peradaban Islam setidaknya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
·      Era Rasulullah Muhammad SAW (622-632M) dan Periode Khulafaur Rasyidin (632-661 M)
Kesuksesan Rasulullah Muhammad SAW dalam membangun peradaban Islam yang tiada taranya dalam sejarah dicapai dalam kurun waktu 23 tahun, yaitu 13 tahun langkah persiapan pada periode Makkah (Makiyyah) dan 10 tahun periode Madinah (Madaniyah). Periode 23 tahun merupakan rentang waktu kurang dari satu generasi, dimana Beliau telah berhasil memegang kendali kekuasaan atas bangsa-bangsa yang lebih tua peradabannya saat itu khususnya Romawi, Persia dan Mesir.
Masa kerasulan Muhammad SAW pada akhir periode Madinah merupakan puncak peradaban Islam, karena disitulah sistem Islam disempurnakan dan ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagaimana firman Allah SWt yang termaktub dalam Al-Qur'an


“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah : 3).


·      Periode Daulah Umayyah (661-750M)
Masa Daulah Umayyah berlangsung selama lebih kurang 90 tahun. Beberapa orang Khalifah besar Bani Umayyah ini adalah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Abdul Malik bin Marwan (685- 705 M), Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Umar bin Abdul Aziz (717- 720 M) dan Hasyim bin Abdul Malik (724- 743 M).
Awal berlangsungya periode Daulah Umayyah lebih memprioritaskan pada perluasan wilayah kekuasaan. Ekspansi wilayah yang sempat terhenti pada masa Khalifah Utsman bin Affan dan Khalifah Ali bin Abi Thalib dilanjutkan kembali oleh Daulah Umayyah. Pada zaman Muawiyah,
Ekspansi ke Barat secara besar-besaran dilanjutkan pada zaman Al-Walid bin Abdul Malik. Masa pemerintahan Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban, dimana umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun,
Pada bidang pengembangan keilmuan,
 Khalifah Abdul Malik (685-705M) merupakan Khalifah pertama yang berhasil melakukan berbagi pembenahan administrasi pemerintahan dimana beliau memerintahkan penggunaan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan dan kenegaraan di seluruh wilayah Islam yang membentang dari Pegunungan Thian Shan di sebelah Timur sampai Pegunungan Pyrenees di Sebelah Barat, termasuk dalam berbagai administrasi kenegaraan lainnya.
·      Periode Daulah Abbasiyah ( 750M - 1258 M)

Masa Kedaulatan Abbasiyah berlangsung selama 508 tahun, sebuah rentang sejarah yang cukup lama dalam sebuah peradaban. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode:
(1)         Periode Pertama (750 M- 847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama;
(2)         Periode Kedua (847 M-945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama;
(3)         Periode Ketiga (945 M-1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua;
(4)         Periode Keempat (1055 M-1194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua; (5) Periode Kelima (1194 M-1258 M), masa Khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad.

Masa sepuluh Khalifah pertama dari Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan (keemasan) peradaban Islam, dimana Baghdad mengalami kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat. Secara politis, para khalifah betul-betul merupakan tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun setelah periode ini berakhir, pemerintahan Bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan terus berkembang.




PENUTUP
BAB III

Menyimak betapa besar kontribusi Islam terhadap lahirnya peradaban Islam berskala dunia terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, sesungguhnya kemajuan yang dicapai Barat pada mulanya bersumber dari peradaban Islam. Dunia Barat sekarang sejatinya harus berterima kasih kepada umat Islam. Akan tetapi pada kenyataannya pihak Barat (non Muslim) telah sengaja menutup-nutupi peran besar atas jasa para pejuang dan ilmuan muslim tersebut yang pada akhirnya terabaikan bahkan sampai terlupakan. Oleh karena itu, umat Islam perlu kembali menggelorakan semangat keilmuan para ilmuwan muslim atas sumbangsihnya yang amat besar bagi peradaban umat manusia di dunia dalam menyongsong kembali kejayaan Islam dan umatnya.






DAFTAR PUSTAKA

Buku Teks Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum
Pendidikan Agama Islam oleh Prof.H.Mohammad Daud Ali,S.H.
TeologiIslam oleh Harun Nasution
Pengantar Kajian Islam oleh Dr. Yusuf Al-Qardhawy,
Http://Nemuriuta.Wordpress.Com/2009/07/20


0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Tanda