Batman Begins - Help Select 2015 ~ Kreasi Jari Jemari

Selasa, 20 Januari 2015

http://satoshi48.blogspot.com/2013/11/cara-praktis-memasang-game-online-di-blog.html

http://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

Senin, 19 Januari 2015

Jumat, 16 Januari 2015

Kumpulan Makalah Pendidikan Agama
Pendidikan Islam Klik Disini
Perbandingan Antara aliran Sifat-sifat tuhan  Sufatiah Klik Disini
Syirkah, Mukhabarah, Musyawah dan Mudharabah Klik Disini
pendidikan-islam-pada-masa-sahabat--bani-umyyah Klik Disini

Senin, 05 Januari 2015

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter satu sama lain saling berpengaruh dalam kegiatan perekonomian. Masing-masing variabel kebijakan tersebut, kebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua variaabel utama, yaitu pajak dan pengeluaran pemerintah. Sedangkan variabel utama dalam kebijakan moneter, yaitu GDP, inflasi, kurs, dan suku bunga. Berbicara tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat sektor, dimana sektor – sektor tersebut diantaranya sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah dan sektor dunia internasional/luar negeri. Ke-empat sektor ini memiliki hubungan interaksi masing – masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.

1.2.   Rumusan Masalah

·           Apakah kebijkan fiskal dan moneter itu?
·           Apa sajakah yang termasuk dalam kebijakan fiskal dan kebijakan moneter
·           Tujuan  kebijakan fiskal dan kebijakan moneter ?
·           Hubungan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter?
     
1.3.  Tujuan pembahasan
·           Untuk mengetahui mengenai kebijakan fiskal dan moneter
·           Untuk mengetahui apa sajakah yang termasuk kebijakan fiskal dan moneter
·           Untuk mengetahui hubungan antara kebijaka fiskal dan Kebijakan moneter


.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan Kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiscal adalah pengeluaran dan pajak.

2.2. Bentuk-bentuk Kebijakan Fiskal
a) Kebijakan Fiskal Ekspansif : implementasi kebijakan ini dengan menaikkan pengeluaran pemerintah dan menurunkan penerimaan pajak.
b) Kebijakan Fiskal Kontraktif : implementasi kebijakan ini dengan menurunkan pengeluaran pemerintah dan menaikkan penerimaan pajak.


2.3.Macam-macam Kebijakan Fiskal
a)     Functionalfinance : Pembiayaan pemerintah yang bersifat fungsional
b)     Themanaged budget approach : Pendekatan pengelolaan Anggaran
c)     Thestabilizing budget : Stabilisasi anggaran yang otomatis, apabila model ini gagal, maka pemerintah dapat meningkatkan pengeluarannya seperti dengan menaikkan gaji PNS atau subsidi
d)    Balancebudget approach : Pendekatan Anggaran Belanja berimbang, namun bila terlambat penyesuaian (Perubahan Anggaran Keuangan), maka kepercayaan masyarakat akan hilang.
Dalam konteks perencanaan pembangunan ekonomi, rancangan kebijakan fiskal tidak hanya diarahkan untuk pengembangan aspek ekonomi seperti pendapatan per kapita,pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran dan stabilisasi ekonomi, tetapi juga peningkatan aspek sosial seperti pemerataan pendapatan, pendidikan, dan kesehatan.

2.4. Tujuan Kebijakan Fiskal
Tujuan kebijakan fiskal adalah untuk mempengaruhi  jalannya perekonomian. Tujuan utama Kebijakan fiskal ialah untuk mencegah pengangguran dan menstabilkan harga.Implementasinya untuk menggerakkan Pos penerimaan dan pengeluaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  Hal ini dilakukan dengan cara mengatur:
a)      Pengeluaran komsumsi pemerintah (G),
b)      Jumlah transfer pemerntah (Tr), dan
c)      Jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah
Sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).

Dalam kebijakan fiskal, inflasi dikendalikan dengan surplus anggaran, sedangkan dalam kerangka kebijakan moneter, inflasi dikendalikan dengan tingkat bunga dan cadangan wajib. Piranti kebijakan yang perlu dipersiapkan adalah:
a)      Pajak untuk sektor swasta
b)      Pinjaman pada masyarkat
c)      Pengeluaran Pemerintah untuk pengendalian pengangguran
Apabila piranti kebijakan tersebut ternyata gagal,maka cara yang tepat dengan mencetak uang. Uang yang dicetak oleh pemerintah harus dijamin dengan cadangan devisa yang cukup, agar uang yang beredar dimasyarakat aman.

2.5. Pengertian kebijakan moneter
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi,mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter (Bank Sentral) untuk mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui pengawasan uang beredar atau suku bunga, atau kombinasi keduanya, usaha tersebut dilakukan agar terjadi kesetabilan harga, dan inflasi, serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.




2.6.   Penggolongan Kebijakan Moneter
 Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : 
a)       Kebijakan Moneter Ekspansif / MonetaryExpansive Policy
Kebijakan Moneter Ekspansif  adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.
b)    Kebijakan Moneter Kontraktif / MonetaryContractive Policy
Kebijakan Moneter Kontraktif adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan “kebijakan uang ketat” (tight money policy).
                                                  
2.7. Jenis-jenis Kebijakan Moneter
Dalam prakteknya, untuk menerapkan semua jenis kebijakan moneter alat utama yang digunakan adalah memodifikasi jumlah uang primer yang beredar. Otoritas moneter melakukan hal ini dengan membeli atau menjual aset keuangan (biasanya kewajiban pemerintah). Ini operasi pasar terbuka berubah baik jumlah uang atau likuiditas (jika bentuk cair kurang dari uang yang dibeli atau dijual).
Adapun jenis-jenis kebijakan moneter antara lain:
a)     Inflasi Penargetan
Berdasarkan pendekatan kebijakan target adalah bertujuan untuk menjaga inflasi, di bawah sebuah definisi tertentu seperti Indeks Harga Konsumen (IHK), dalam kisaran yang diinginkan. Target inflasi ini dicapai melalui penyesuaian berkala kepada Bank Sentral suku bunga target.
Tergantung pada negara ini tingkat bunga tertentu yang bisa disebut uang bunga. Target suku bunga dipertahankan untuk jangka waktu tertentu menggunakan operasi pasar terbuka.Perubahan target suku bunga dibuat sebagai tanggapan terhadap berbagai indikator pasar dalam upaya untuk memperkirakan tren ekonomi dan dengan demikian pasar tetap pada jalur untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan.


b)     Harga Penargetan Tingkat
Harga penargetan tingkat mirip dengan inflation targeting kecuali bahwa pertumbuhan CPI dalam satu tahun atas atau di bawa target tingkat harga jangka panjang adalah offset pada tahun-tahun berikutnya sehingga tingkat harga yang ditargetkan tercapai dari waktu ke waktu, misalnya lima tahun, memberikan kepastian lebih lanjut tentang masa depan kenaikan harga kepada konsumen.
 Dalam inflation targeting apa yang terjadi pada tahun-tahun terakhir segera tidak diperhitungkan atau disesuaikan dalam tahun berjalan dan masa depan.
c)     Agregat Moneter
Pada 1980-an, beberapa negara menggunakan pendekatan yang didasarkan pada pertumbuhan konstan dalam jumlah uang beredar. Pendekatan ini disaring untuk memasukkan kelas yang berbeda dari uang dan kredit. Di Amerika Serikat ini pendekatan kebijakan moneter dihentikan dengan pemilihan Alan Greenspan sebagai Ketua Fed.  Pendekatan ini juga kadang-kadang disebut monetarisme .
d)    Nilai Tukar Tetap
Kebijakan ini didasarkan pada mempertahankan nilai tukar tetap dengan mata uang asing. Ada berbagai tingkat nilai tukar tetap, yang dapat peringkat dalam kaitannya dengan cara kaku kurs tetap adalah dengan bangsa jangkar.
Di bawah sistem nilai fiat tetap,pemerintah daerah atau otoritas moneter menyatakan nilai tukar tetap tetapi tidak aktif membeli atau menjual mata uang untuk mempertahankan tingkat.
Sebaliknya, tingkat dipaksakan oleh-konvertibilitas tindakan-tindakan (misalnya kontrol modal,impor/lisensi ekspor, dll). Dalam hal ini ada tingkat pasar gelap tukar dimana perdagangan mata uang pada pasar/nilai tidak resmi.





2.8. Tujuan Kebijakan Moneter
Di bawah ini adalah tujuan dari dilakukannya Kebijakan Moneter:
a)         Stabilitas Ekonomi
Stabilitas ekonomi adalah suatu keadaan di mana pertumbuhan ekonomi berlangsung secara terkendali dan berkelanjutan. Artinya, pertumbuhan arus barang/jasa dan arus uang berjalan seimbang.
b)       Kesempatan Kerja
Kesempatan kerja akan meningkat bila produksi meningkat. Peningkatan produksi biasanya diikuti dengan perbaikan nasib para karyawan ditinjau dari segi upah maupun keselamatan kerja. Perbaikan upah dan keselamatan kerja akan meningkatkan taraf  hidup karyawan dan pada akhirnya kemakmuran dapat tercapai.
c)     Kestabilan Harga
Kestabilan harga ditandai dengan stabilitas harga barang dari waktu ke waktu. Harga yang stabil menyebabkan masyarakat percaya bahwa membeli barang pada tingkat harga sekarang sama dengan tingkat harga yang akan datang, atau daya beli uang dari waktu ke waktu adalah sama.
d)    Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran dapat dikatakan dalam keadaan seimbang apabila jumlah nilai barang yang diekspor sama dengan nilai barang yang diimpor. Untuk mendapatkan neraca pembayaran yang seimbang, pemerintah sering menjalankan kebijakan moneter.

2.9. Hubungan Antara Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi pasar uang dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berharga itu akan menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan memperngaruhi tingkat agregat. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh terhadap permintaan dan penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa.
Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di harapkan.
 Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga.




BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi pasar uang dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berhargta itu akan menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan memperngaruhi tingkat agregat.
Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh terhadap permintaan dan penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa. Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di harapkan. Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga.



DAFTAR PUSTAKA




Toeri Pembelajaran

Pengenalan
Dalam menyampaikan sesuatu pengatahuana atau kemahiran, seseorang guru perlu menggunakan pelbagai teori yang dipelajari serta menggunakan strategi tertentu yang sesuai untuk memastikan objektif dan matlamat pengajaran yang akan dilakukan akan berjaya dicapai. Oleh yang demikian, dalam pembinaan perisian membina laman web dengan MS FrontPage 2000, pelbagai teori dan strategi akan digunakan bagi mencapai matlamat pembinaan dan objektif yang ingin dicapai.

 Definisi Pengajaran
Pengajaran merupakan aktiviti atau proses yang berkaitan dengan penyebaran ilmu pengetahuan atau kemahiran yang tertentu. Ia meliputi perkara-perkara seperti aktiviti perancangan,pengelolaan, penyampaian, bimbingan dan penilaian dengan tujuan menyebarkan ilmu pengetahuan atau kemahiran kepada pelajar-pelajar dengan cara yang berkesan.

Definisi Pembelajaran
Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku melalui pembelajaran iaitu perubahan yang lebih maju, lebih tinggi dan lebih baik daripada tingkah laku yang sedia ada sebelum aktiviti pembelajaran.

TEORI-TEORI PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN DALAM MEREKABENTUK PPBK
TEORI BEHAVIOURISME
Teori ini dikenali umum dengan aliran mazhab tingkah laku yang mengutamakan pembelajaran kemahiran tertentu khususnya kemahiran fizikal. Mengikut Pavlov (1962), setiap rangsangan menimbulkan gerakbalas dan berlaku pembelajaran apabila terdapat perkaitan antara ransangan dan gerakbalas. Pembelajaran yang berlaku kerana ada perkaitan antara dua rangsangan dinamakan pelaziman. Teori Skinner pula menekankan peneguhan positif dan peneguhan negatif bertujuan untuk menambahkan kebarangkalian berulangnya sesuatu tingkahlaku dana bukan untuk menghentikannya. Peneguhan positif ialah untuk menentukan tingkah laku positif dengan maklumbalas yang positif. Contohnya, pujian terhadap murid-murid yang memberikan jawapan yang betul. Peneguhan negatif pula diberi untuk memberi kesan yang tidak menyeronokkan atau tidak menyenangkan seseorang individu Kesimpulannya, teori behaviourisme memberi fokus terhadap tingkahlaku yang ingin dilihat, diukur dan dinilai. Tingkahlaku ini boleh dibentuk melalui persekitaran dan peneguhan yang diberi.

TEORI KOGNITIF
Teori kognitif lebih menumpukan kepada aspek pemikiran pelajar. Setiap pelajar mempunyai kebolehan mental untuk mengelola, menyimpan dan mengeluarkan semula segala pembelajaran lanjutan atau untuk menyelesaikan masalah. Menurut Bloom (1950), aras pengetahuan terbahagi kepada 6 iaitu:
1. Pengetahuan
2. Kefahaman
3. Aplikasi
4. Analisis
5. Sintesis
6. Penilaian
Teori Pembelajaran Gagne
Teori pembelajaran Gagne juga dikenali sebagai teori pemprosesan maklumat. Mengikut Gagne, organisma menerima pelbagai jenis rangsangan daripada persekitarannya secara sedar dan tidak sedar. Rangsangan ini akan diterima dan diproses oleh deria-deria orgnisma. Setiap individu akan menilai input daripada persekitarannya, mentafsirkannya dan memindahkannya kepada tindakbalas tertentu. Rangsangan diproses oleh sistem saraf untuk dikenali dan diletakkan dalam bahagian otak ingatan jangka Gagne juga mengatakan bahawa pembelajaran dan penyampaian isi pengajaran mesti bergerak daripada aras paling mudah kepada yang lebih kompleks. Beliau mengemukakan 8 fasa yang melibatkan proses pembelajaran :
i) motivasi
ii) kefahaman
iii) pemerolehan
iv) penahanan
v) mengingat kembali
vi) generalisasi
vii) pelakuan
ix) maklum balas
TEORI KONSTRUKTIVISME
Teori konstruktivisme pada dasarnya menekankan pembinaan konsep yang asas sebelum konsep itu dibangunkan dan kemudiannya diaplikasikan apabila diperlukan . Menurut Brooks (1998), manusia membentuk pemikiran dan membina pemahaman berdasarkan peristiwa yang mereka alami sebelum ini. Ini merujuk kepada teori konstruktivisme yang menekankan pembinaan konsep melalui pengetahuan lepas. Menurut Jones (1997) pula, konstruktivisme ialah proses menambah dan mensintesis maklumat baru berpandukan pengetahuan sedia ada untuk mendapatkan satu maklumat baru. Kesimpulannya, konstruktivism ialah proses membuat analisis dan menilai maklumat baru diterima berdasarkan pengetahuan yang sedia ada dan menggunakan pengalaman individu untuk menjana suatu maklumat baru. Hasilannya, individu tersebut akan membentuk pemahamannya sendiri dan suatu konsep tertentu berhubung pengetahuan dan maklumat berkenaan.
Prinsip-prinsip Konstruktivisme
1. Pengetahuan dibina pelajar.
2. Pemahaman dibentuk melalui analisis dan sintesis pengalaman lalu.
3. Aktiviti pembelajaran menggabungkan 3 domain iaitu domain kognitif, domain afektif dan domain psikomotor.
4. Refleksi membantu membentuk pengetahuan dan pemahaman.
5. Pelajar berperanan menentukan pembelajaran sendiri.
6. Hasilan pembelajaran adalah pelbagai dan sukar hendak dijangka.
7. Menggalakkan pelajar berfikir dan mencuba idea baru.
8. Menyokong dan mencabar pemikiran seseorang pelajar.
Guru perlu mengenalpasti cara untuk mengaitkan pengajaran dengan pengetahuan sedia ada pelajar supaya pelajar dapat menggambarkan perkara yang diajar dan memudahkan mereka untuk faham . Menurut Sells dan Glasgow (1998), konstruktivism menekankan penerokaan dan penemuan kendiri melalui aktiviti penyelesaian masalah. Oleh itu, teori ini sesuai digunakan untuk gaya pembelajaran reflektif kerana pelajar mengaitkan pengetahuan dan pengalaman lepas untuk membentuk pemahaman baru. Aktiviti-aktiviti yang dilaksanakan ialah melalui perbincangan, perdebatan, eksplorasi, pembinaan dan kolaboratif.
TEORI MULTIPLE INTELLIGENCE
Menurut Alick (1999), teori multiple intelligence diperkenalkan oleh Howard Gardner. Teori ini mencadangkan 8 jenis kecerdasan yang mungkin dimiliki oleh setiap individu yang boleh membantu pembelajaran mereka iaitu:
Jenis     Sifat
Linguistik          Pelajar menggunakan bahasa secara berkesan dan mempunyai keupayaan auditori yang optimum. Belajar paling baik melalui pendengaran .Tidak membina gambaran mental . Suka bercakap .Gemar membaca, bermain teka kata dan penulisan
Logikal             Pemikiran secara konsep, abstrak. Berkebolehan menjelajahi dan menghubungkait .Gemar pembuktian, pengiraan, permainan berasaskan logik dan menyelesaikan puzzle
Bodily / Kinesthetic       Gemar pergerakan aktif dalam pembelajaran. Mempunyai kemahiran berkomunikasi melalui body language dan aktiviti fizikal. Cemerlang dalam aktiviti 'hands-on' . Sukar memberi tumpuan dan fokus.
Visual / spatial  Perlukan visual untuk membina kefahaman . Belajar paling berkesan melalui gambar dan imej . Menukar apa yang dibaca dan didengar kepada gambaran mental. Cemerlang dalam pembelajaran bilik darjah.
Muzik   Sensitif terhadap irama dan bunyi .Boleh belajar dengan muzik latarbelakang
Interpersonal    Suka berinteraksi dengan individu lain . Belajar paling baik melalui aktiviti berkumpulan.
Intrapersonal    Sensitif . Belajar paling baik secara individu
Naturalist          Mampu berinteraksi dengan persekitaran

Strategi-strategi Pembelajaran dan Pengajaran Dalam Merekabentuk Perisian PPBK.
Melaksanakan Penerapan Nilai-nilai Murni
Dalam usaha membangunkan perisian PPBK ini, kami akan menerapkan nilai-nilai murni seperti yang terkandung dalam Sukatan Pelajaran Teknologi Maklumat SPM 2000 iaitu nilai bekerjasama dan menghargai.
Menerapkan Kemahiran Berfikir
Dalam perisian PPBK ini, kami akan memasukkan elemen-elemen kemahiran berfikir supaya perisian yang dibina ini akan menjadi lebih menarik dan lebih mencabar minda khususnya ketika cuba mengaplikasikan kemahiran atau pengetahuan yang diperolehi.
Menggunakan Strategi Pembelajaran Koperatif dan Kolaboratif
Dengan menggunakan strategi ini yang menjuruskan kepada pembelajaran melibatkan kumpulan atau pasukan pelajar.Strategi ini lebih menumpukan kepada penggunaan rangkaian komputer untuk menyiapkan tugasan yang bebas daripada kekangan masa, jarak dan tempat.
Menggunakan Strategi Pembelajaran Anjal
Dengan menggunakan strategi ini, pelajar bebas untuk menggunakan perisian PPBK pada bila-bila masa dan di mana sahaja yang ada komputer multimedia serta apa-apa topik pelajaran yang ingin dipelajari.Untuk itu , kurikulum yang baik harus dirancang agar pelajar dapat memanafaatnya.
Menggunakan Strategi Pembelajaran Aktif
Menurut Jonassen et.al(atas talian), pembentukan pengetahuan adalah berdasarkan pemprosesan fikiran yang aktif tentang sesuatu persepsi yang dibuat.Ia menghasilkan pemahaman yang diperolehi daripada proses yang generatif.Pembelajaran ini dilakukan dengan cara melibatkan amali dan "hand-on" dan melibatkan pelajar sepenuhnya.Pelajar melakukan pembelajaran melalui apa yang dilalui.

Aplikasi Teori dalam Rekabentuk Perisian PPBK
Pada peringkat awal perisian ini , khususnnya set induksi akan memperkenalkan objektif -objektif pembelajaran akan diperlihatkan bagi membolehkan pengguna mengetahui dan membuat pemilihan sama ada sesuai untuk dirinya atau sebaliknya . Dalam teori behaviorisme, set induksi diperlukan untuk membolehkan pengguna khususnya pelajar menunjukkan tindakbalas dan kesediaan mereka untuk mempelajari cara-cara membina laman web dengan MS Frontpage 2000.Oleh itu, kami aka menggunakan bimbingan, latihan,ganjaran dan pengukuhan bagi menarik minat pengguna untuk terus menggunakannya sehingga ke penghujung perisian.Soalan-soalan berbentuk kuiz akan disediakan bagi menguji kefahaman. Setiap jawapan yang betul akan diberikan ganjaran seperti mana yang dinyatakan dalam teori behaviorisme.Ini akan membentuk peneguhan positif seterusnya akan masuk dalam ingatan bagi tempoh yang lama.
Untuk mempraktikkan teori kognitif, perisian ini akan menggunakan bahasa yang mudah difahami dan ringkas bagi menyusun fakta mengikut turutan mudah kepada yang lebih sukar.Di samping itu kami akan cuba mengaitkan dengan memberikan contoh yang berkaitan dengan persekitaran mereka dalam kehidupan seharian.Dengan ini akan membantu pelajar mudah mengingati pengetahuan yang dipelajari.

Teori kontruktivisme juga akan dipraktikkan oleh pelajar semasa menggunakan perisian PPBK kerana mereka terpaksa melakukan "hand-on" .Pelajar bebas memilih mana-mana tajuk dan boleh berpindah-randah dari satu tajuk ke tajuk yang lain dengan menggunakan butang navigasi yang disediakan.
Dengan menggunakan bantuan multimedia, sudah tentu teori multiple intelligences akan diaplikasikan bagi membantu menyokong persembahan yang lebih baik dari segi gaya dan teknik penyampaian sesuatu pengetahuan atau kemahiran lebih-lebih disokong oleh bunyi,video,animasi dan latar yang sesuai.Pembelajaran hyperteks yang berpusatkan pelajar digunakan dan terpulang kepada pelajar untuk menentukan tajuk yang hendak dimulakan dahulu.
Jenis-Jenis Belajar Menurut Gagne :
1.         Belajar  isyarat : belajar secara tidak disadari akibat rangsangan tertentu
2.         Belajar  stimulus-respons: belajar secara disadari karena adanya rangsangan tertentu
3.         Rangkaian gerakan : rangakain kegiatan 2 atau lebih gerakan yang digabungkan dalam satu gerakan yang berurutan
4.         Rangkaian Verbal : Kegiatan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang meiliki arti.
5.         Belajar membedakan : Kegiatan membedakan beberapa objek
6.         Belajar Konsep : Kegiatan mengenali sifat yang sama dari beberapa objek
7.         Belajar Aturan : Kegiatan memahami pernyataan-pernyataan dan sekaligus menggunakannya dalam suatu situasi
8.         Pemecahan masalah : rangakian kegiatan memahami, mengevaluasi dan memecahkan suatu permasalahan yang timbul dari suatu keadaan.

Arti Belajar
1.         Menurut Bruner belajar adalah suatu proses aktif yang memungkinkan maunsia memperoleh, menyimpan,, dan mentrasformasikan pengetahuan,.
2.         Menurut Gagne belajar terdiri atas empat fase, yaitu:
a.         fase aprehensi, yaitu siswa menyadari adanya stimulus yang terkait dengan kegiatan belajar yang ia lakukan
b.         Fase akuisisi, yaitu pemerolehan, penyerapan, atau internalsisasi terhadap berbagai fakta, konsep,, atau keterampilan.
c.         Fase penyimpanan, yaitu menyimpan hasil kegiatan belajar
d.         Fase pemanggilan, yaitu memanggil  kembali hasil-hasil belajar.

3.         Menurut Brooks belajar adalah membentuk pemikiran dan membina pemahaman berdasarkan peristiwa yang dialami sebelumnya.

Ciri Belajar dan pembelajaran

ciri-ciri pembelajaran dalam pandangan konstrukstivisme adalah sebagai berikut.
(1)   Menyediakan pengalaman belajar dengan mengkaitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sedemikian rupa sehingga belajar melalui proses pembentukan pengetahuan.
(2)   Menyediakan berbagai alternatif pengalaman belajar, tidak semua mengerjakan tugas yang sama, misalnya suatu  masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara.
(3)   Mengintegrasikan pembelajaran dengan situasi yang realistik dan relevan dengan melibatkan pengalaman konkrit, misalnya untuk memahami suatu konsep matematika melalui kenyataan kehidupan sehari-hari.
(4)   Mengintegrasikan pembelajaran sehingga memungkinkan terjadinya transmisi sosial yaitu terjadinya interaksi dan kerja sama seseorang dengan orang lain atau dengan lingkungannya, misalnya interaksi dan kerjasama antara siswa, guru, dan siswa-siswa.
(5)   Memanfaatkan berbagai media termasuk komunikasi lisan dan tertulis sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.
(6)   Melibatkan siswa secara emosional dan sosial sehingga matematika menjadi menarik dan siswa mau belajar.

Ciri- ciri pembelajaran kooperatif
Pendekatan Pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa ciri tertentu, diantaranya ialah :
1. Matlamat kumpulan
Matlamat kumpulan ialah kejayaan kumpulan dalam mencapai kecemerlangan dalam  menguasai sesuatu konsep yang di ajar. Matlamat ini dicapai melalui usaha bersama semua bersama ahli di dalam kumpulan. Dalam kumpulan ini setiap ahli kumpulan mempunyai peranan tertentu dan jelas dalam usaha kumpulan mencapai matlamat yang ditetapkan.
2. Interaksi sosial ditekankan.
Setiap ahli kumpulan akan berinteraksi secara bersemuka dalam kumpulan. Interaksi yang serentak berlangsung pada masa yang sama untuk setiap kumpulan melalui perbincangan yang akan menyebabkan lebih ramai individu yang turut serta mengambil bahagian. Setiap ahli kumpulan perlu berhubung rapat, saling memenuhi dan bantu-menbantu.
3. Pelajar perlu saling bergantungan positif untuk mencapai objektif gerak kerja.
Kejayaan kumpulan bergantung kepada pembelajaran individu yang ahli sesuatu kumpulan. Setiap ahli mempunyai tanggungjawab ke atas keberkesanan pembelajaran kumpulan. Prinsip ini dikenali sebagai saling bergantungan secara positif. Untuk mencapai kejayaan dalam prinsip ini, tugas perlu diagihkan kepada semua ahli kumpulan untuk menyumbang jawapan atau hasil dapatan. Tanggungjawab individu bermakna setiap pelajar mesti melaksanakan tugas masing-masing yang diberikan untuk menyumbang kepada sesuatu projek. Penyertaan pula bermaksud semua pelajar mempunyai peluang yang sama untuk mengambil bahagian dan menyumbang secara bersama.



APA ITU PENDEKATAN KONTEKSTUAL?
LATAR BELAKANG
Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahui-nya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Dan, itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah kita!
Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning, CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Dalam konteks itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. Mereka mempelajari apa yang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya. Dalam upaya itu, mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing.
Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerjasama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru (baca: pengetahuan dan keterampilan) datang dari 'menemukan sendiri', bukan dari 'apa kata guru'. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.kontekstual hanya sebuah strategi pembelajaran. Seperti halnya strategi pembelajaran yang lain. Kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna. Pendekatan kontekstual dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada. Berikutnya akan dibahas persoalan yang berkenaan dengan pendekatan kontekstual dan implikasi penerapannya.
MENGAPA PENDEKATAN KONTEKSTUAL MENJADI PILIHAN?
Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu, diperlukan sebuah strategi belajar 'baru' yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri.
Melalui landasan filosofi konstruktivisme, CTL 'dipromosikan' menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Melalui strategi CTL, siswa diharapkan belajar melalui 'mengalami', bukan 'menghapal'.
3. Knowledge is contructed by humans. Knowledge is not a set of facts, concepts, or laws waiting to be discovered. Its is not something that exists independent of a knower. Humans create or construct knowledge as they attempt to bring meaning to their experience. Everything that we know, we have made (Zahorik, 1995).
4. Knowledge is konjectural and fallible. Since knowledge is a construction of humans constantly undergoing new experiences, knowledge can never by stable. The understandings that we invent are always tentative and incomplete. Konwledge grows through exposure. Understand becomes deeper and stronger if one test it against new encounters (Zahorik, 1995).
KECENDRUNGAN PEMIKIRAN TENTANG BELAJAR
Pendekatan konstektual mendasarkan diri pada kecendrungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut.
Proses Belajar
Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.
Anak belajar dari mengalami. Anak mencatatr sendiri pola-pola bermakna dasri pengetahuan baru, dan bukan di beri begitu saja dari guru.
Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki ole seseorang yang terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan (subject matter).
Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi menceerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.
Manusia mempunya tingkatan yang berbeda dalam menyilapi situasi baru.
Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan seiring perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan seseorang. Untuk itu perlu dipahami, strategi belajar yang salah dan terus menerus dipajankan akan mempengaruhi struktur otak, yang pada akhirnya mempengaruhi cara orang berprilaku.
Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dcengan ide-ide.
Transfer Belajar
Sisiwa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari "pemberian orang lain".
Keterampilan dan penetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sempit), sedikit demi sedikit.
Yang penting bagi siswa tahu 'untuk apa' ia belajar, dan 'bagaimana' ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu.
Siswa sebagai pembelajar
Manusia mempunya kecendrungan untuk belajar dalam bidang tertentu , dan seorang anak mempunyai kecendrungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru.
Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting.
Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara 'yang baru' dan yang sudah diketahui.
Tugas guru memfasilitasi : agar informasi baru bermakna, memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri.
Pentingnya lingkungan belajar
Belajar efektif itu di mulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Dari "guru akting didepan kelas, siswa menonton: ke "siswa akting bekerja dan berkarya , guru mengarahkan".
Pengajaran harus berpusat pada "bagaimana cara" siswa menggunakan pengetahuan baru mereka. Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya.
Umpan balik amat penting bagi siswa, yang berasal dari proses penilaian (assessment) yang benar.
Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting.
HAKIKAT PEMBELAJARAN KONSTEKTUAL
Pembelajaran konstektual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antarapengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkannya dalam tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Contructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment).
MOTTO
STUDENTS LEARN BEST BY ACTIVELY CONSTRUCTING THEIR OWN UNDERSTANDING (CTL Academy Fellow, 1999) (Cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstruksikan sendiri secara aktif pemahamannya).
KATA-KATA KUNCI PEMBELAJARAN CTL
REAL WORLD LEARNING
MENGUTAMAKAN PENGALAMAN NYATA
BERPIKIR TINGKAT TINGGI
BERPUSAT PADA SISWA
SISWA AKTIF, KRITIS, DAN KREATIF
PENGETAHUAN BERMAKNA DALAM KEHIDUPAN
DEKAT DENGAN KEHIDUPAN NYATA
PERUBAHAN PRILAKU
SISWA PRAKTEK BUKAN MENGHAFAL
LEARNING BUKAN TEACHING
PENDIDIKAN (EDUCATION) BUKAN PENGAJARAN(INSTRUCTION)
PEMBENTUKAN 'MANUSIA'
MEMECAHKAN MASALAH
SISWA 'AKTING' GURU MENGARAHKAN
HASIL BELAJAR DIUKUR DENGAN BERBAGAI CARA BUKAN HANYA DENGAN TEST
STRATEGI PENGAJARAN YANG BERASOSIASI DENGAN CTL
CBSA
PENDEKATAN PROSES
LIFDE SKILLS EDUCATION
AUTHENTIC INSTRUCTION
INQUIRY-BASED LEARNING
PROBLEM-BASED LEARNING
COOPERATIVE-LEARNING
SERVICE LEARNING
LIMA ELEMEN BELAJAR YANG KONSTRUKTIVISTIK
Menurut Zahorik (1995:14-22) ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam praktek pembelajaran konstektual.
Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge).
Pemerolehan pengetahuan baru (acquiring knowledge) dengan cara mempelajari secara keseluruhan dulu, kemudian memperhatikan detailnya.
Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), yaitu dengan cara menyusun (1) konsep sementara (hipotesis), (2) melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu (3) konseptersebut direvisi dan dikembangkan.
Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge).
1.         Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut.
2.         Pemerolehan pengetahuan baru (acquiring knowledge) dengan cara mempelajari secara keseluruhan dulu, kemudian memperhatikan detailnya.
3.         Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), yaitu dengan cara menyusun (1) konsep sementara (hipotesis), (2) melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu (3) konseptersebut direvisi dan dikembangkan.
4.         Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge).
5.         Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut.